5 cara ampuh mengendalikan anak-anak dari televisi
Sebagian dari
kita mungkin sudah sering mengetahui
akan dampak buruk televisi bagi anak-anak kita, dan dalam
kesempatan ini kita akan mengingat kembali bahaya televisi bagi keluarga kita.
Ada satu
anggota keluarga tambahan dalam masyarakat modern yaitu televisi, hampir setiap rumah saat
ini memelihara si kotak hitam
yang sering dihujat tapi juga dicintai
dengan beberapa alasan antaralain hiburan atau update informasi. Berikut adalah beberapa dampak televisi bagi anak-anak
kita :
A.
Dampak kesehatan tubuh
1.
Pembuluh darah mata memiliki
tekanan tebih tinggi
Para ilmuwan skotlandia
meniliti anak dengan aktifitas menonton televisi dengan anak yang beraktifitasfisi, ternyata pembuluh darah mata anak yang memonton tv
lebih tinggi tekanannya dibanding anak yang melakukan aktifitas fisik, walaupun hanya berbanding 1 jam.
2.
Obesitas
Kurangnya gerak fisik mengakibatkan otot tidak aktif dalam
waktu lama sehingga mengakibatkan terganggunya metabolisme tubuh dan kenaikan berat
badan.
B.
Dampak perkembangan otak
1.
Televisi menjadikan otak pasif
Dengan televisi otak tidak terlatih berpikir karena hanya menerima dan menerima, sehingga
melumpuhkan kemampuan berpikir kritis, menganalisa.
2.
Semakin banyak menonton televisi semakin sedkit bergerak.
Padahal gerakan
berfungsi menarik informasi-informasi yang baru kedalam jaringan neuron otak kita. Gerakan sangat vital bagi
anak karena semua tindakan menunjukan dan mengungkapkan pembelajaran dan pemahaman kita.
C.
Dampak perkembangan mental dan perilaku
1.
Attention Deficit Disorder (ADD)
ADD atau gangguan
pemusatan perhatian/ konsentrasi dan sifat impulsive (betindak reaktif tanpa dipikirkan),
bahkan beberapa anak menunjukan sifat hiperaktif. Penelitian d University of Washington Child Health
Institute menemukan bahwa anak pada usia
3thn yang menonton tv 2jam/hari, 20% beresiko mengalami ganguan perhatian pada usia 7thn dibanding anak yang tidak menonton tv.
2.
Tumpulnya kepekaan (Desensitisasi)
Hilangnya rasa empati,
munculnya perilaku kekerasan pada anak setelan menonton
film-film perkelahian walaupun
itu berjenis cartoon.
3.
Munculnya associative Shifting (pikiran buruk terhadap
sesuatu) yang padahal baik
Contoh : kita memaksa
anak mematikank tv saat adzan
magrib, padahal seringkali acara pada waktu itu
sangat menarik bagi anak kita.
Akibat secara psikis lama kelamaan munculnya associative Shifting pikiran
buruk terhadap adzan. Awalnya anak menganggap adzan mengganggu, sholat magrib menyebalkan,
lama kelamaan bias menganggap
agama sebagai kekakuan, keterbelakangan atau kebosanan.
Lalu bagaimana mengendalikan anak dari televise????
Tidak ada tv
di rumah kita atau menyediakan tv
dengan pengendalian
Mengendalikan anak
dari televise :
1.
Buat anak suka membaca
Cara paling ampuh beri contoh.
Atau yang
paling mudah sediakan waktu 15 menit sebelum tidur untuk
membacakan buku sejak kecil, bahkan
bayi, dengan buku bergambar dan lain-lain.
2.
Buatlah jam boleh menonton tv
Jika usia SD buatlah
kesepakatan dengan anak walaupn tetap
mempertimbangkan keamanan tayangannya, jika dibawah SD buatlah kebijakan. Setelah ada peraturan
terse4but laksanakan dengan
disiplin.
3.
Letakkan televise ditempat tidak nyaman
Agar tidak nyaman berlama-lama letakkan tv
tanpa sofa didepannya, atau tampa kasur
malas, atau dibawah tangga, atau didekat meja
yang sempit, atau diruang dengan banyak barang. Maka anak anda
tidak akan
berlama-lama di depan tv.
4.
Bantu anak membuat kegiatan mandiri saat anda
sibuk
Contohnya: mewarnai mainanya, menggunting daun, bermain dengan teman-teman dilingkungan rumah, menempel, aksi mirip mama (menyapu, mengelap perabotan rumah), menyusun buku atau
kardus susu
dll. Selamat berkreasi.
5.
Sediakan Waktu bersama anak
minimal 15 menit
Bukan sekedar disamping anak tetapi kita
dan anak terlibat aktifitas yang sama dengan komunikasi
yang terbangun ( saatnya anak bicara dan kita
mendengarkan).
mau beli celana jeans online
Grosir-jeansanak.blogspot.co.id
https://www.facebook.com/celanajeansanakhargagrosir/?ref=aymt_homepage_panel
https://www.facebook.com/celanajeansanakhargagrosir/?ref=aymt_homepage_panel
Disarikan dari
buku:
Positive Parenting oleh: Mohammad fauzil Adhim
Sudahkah aku jadi orang tua Shaleh?
Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhori
Posting Komentar